Teknik Pemesinan

  1. SMK adalah Sekolah Menengah  Kejuruan yang tujuan utama adalah  membentuk siswa siswinya agar dapat terampil sesuai jurusan dan kompetensinya, sehingga ketika sudah lulus nanti mereka siap untuk bekerja diperusahaan yang   mereka inginkan, tidak hanya itu saja, dari lulusan SMK juga diajarkan tentang berwirausaha yaitu siswa diajarkan untuk membuat dan membuka lapangan kerja sendiri dan dimanagemeni sendiri sesuai dengan jurusan dan kompetensi mereka masing masing.
  2. Jurusan Teknik  Pemesinan  adalah  salah  satu  jurusan  yang  sangat  dominan  dan dinanti nanti oleh perusahaan, karena semua proses produksi pada suatu perusahaan hampir semua operatornya berhubungan dengan Teknik Pemesinan.
  3. Di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo ini, siswa dan siswi nya diajarkan tentang Gambar teknik baik manual maupun menggunakan teknik menggambar dengan program komputer 2D ataupun 3D. Berikutnya tentang teknik Pemesinan Bubut dan frais, siswa diajarkan untuk belajar mebuat suatu produk yang nyata seperti  pada  perusahaan  yanga  ada,  selain  itu  juga  pada  proses  praktik pemesinan Bubut dan Frais, SMK pembaharuan dan PN 2 Purworejo juga telah memiliki Unit Mesin CNC Bubut dan Frais, yaitu mesin yang sudah dikontrol menggunakan Control Komputer.
  4. Untuk berkompetisi dalam ajang lomba kompetensi Siswa Se Kabupaten Purworejo, maka Siswa dan Siswei SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo khususnya Jurusan Teknik Pemesinan juga ikut berkompetisi dalam acara tersebut. Dan berikut piala yang kami peroleh.
  5. Untuk out put, di SMK Pembaharuan dan PN 2Purworejo  memiliki BKK atau Bursa Kerja Kusus yang bertugas untuk mencarikan pekerjaan pada siswa yang telah lulus. Dan siswa siswi jurusan teknik pemesinan biasanya setelah lulus langsung di rekrut oleh perusahaan.
  1. Untuk meningkatkan mental ,kepribadian, keimanan, dan prestasi. Siswa siswi di SMK Pembaharuan dan PN 2 juga diajarkan untuk Sholat Berjamaah untuk meningkatkan Mental Spiritualnya. Memberikan ilmu Bela Diri untuk melatih kedisiplinan dan mental Jiwa Kepemimpinan siswa.

 

KOMPETENSI KEAHLIAN KEJURUAN YANG DIAJARKAN DI TEKNIK PEMESINAN

  • Dasar – dasar Gambar Teknik Mesin
  • Teknik Pemesinan Dasar / Kerja Bangku
  • Teknik pengelasan ( Las Listrik dan Las Gas)
  • Teknik Gambar Manufactur (2D dan 3D)
  • Teknik Pemesinan Bubut
  • Teknik Pemesinan Frais
  • Teknik Pemesinan Gerinda
  • Teknik Pemesinan CNC (Bubut dan Frais)
  • Produk Kreatif Kejuruan

PRESTASI SISWA  JURUSAN TEKNIK PEMESINAN

  • Tahun 2016 : Juara II dan III (Lomba CNC Milling tingkat Kab Purworejo)
  • Tahun 2017 : Juara III (Lomba CNC Milling dan CADD tingkat Kab. Purworejo)
  • Tahun 2018 : Juara III (Lomba CADD tingkat Kab. Purworejo)
  • Tahun 2019 : Juara III ( Lomba CNC Milling tingkat Kab. Purworejo)

 

TENAGA PENDIDIK KEJURUAN JURUSAN TEKNIK PEMESINAN

  1. Drs. H. Marjuki Widiyanto, MM.
  2. Sugiri, M.Pd.
  3. Heri Susilo, M.T.
  4. Dwi Karisma Romadhon,M.Pd.
  5. Drs. H. Daryono
  6. Supriyanto,S.Pd.
  7. Sarimin,S.Pd.
  8. Suhariyono,S.Pd.
  9. Slamet Susanto,ST
  10. Suhartono,S.Pd.
  11. Arifin Heru,S.Pd.

TEACHING FACTORY

Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan  dalam  suasana  seperti  yang  terjadi  di  industri.  Pelaksanaan teaching factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas  hasil  pendidikan  di  SMK.  Pelaksanaan teaching  factory   (TEFA)  juga  harus melibatkan pemerintah,  pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

Di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Pembaharuan dan SMK PN 2 Purworejo, bekerja sama dengan PT Chemco Harapan Nusantara. Pada Tefa di SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo ini, kami bergerak pada bidang pembuatan Kampas Rem Sepeda Motor dan Mobil.

Pelaksanaan teaching factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi atas 4 model , dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan TEFA. Adapun model tersebut  adalah sebagai berikut:

Model  pertama, Dual  Sistem  dalam  bentuk  praktek  kerja  industri  yaitu  pola pembelajaran   kejuruan   di   tempat   kerja   yang   dikenal   sebagai experience   based training atau enterprise based training.

Model   Kedua, Competency   Based   Training (CBT)   atau   pelatihan   berbasis kompetensi merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan  dan  peningkatan  keterampilan  dan  pengetahuan  peserta  didik  sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada metode ini, penilaian peserta didik dirancang sehingga dapat   memastikan   bahwa   setiap   peserta   didik   telah   mencapai   keterampilan   dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.

Model   ketiga Production   Based   Education   and   Training(PBET)  merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).

Model keempat, Teaching factory adalah konsep  pembelajaran berbasis  industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.

Tujuan Pembelajaran Teaching Factory Di SMK Pembaharuan dan PN 2 Purworejo :

  1. Mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja, dan wirausaha.
  2. Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya.
  3. Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing.
  4. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
  5.  Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK
  6. Membantu siswa  SMK  dalam  mempersiapkan  diri  menjadi  tenaga  kerja,  serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, dll
  7. Memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipili
  8.  Menyiapkan lulusan yang lebih profesional melalui pemberian konsep manufaktur moderen sehingga secara efektif dapat berkompetitif di industri
  9. Meningkatkan pelaksanaan kurikulum SMK yang berfokus pada konsep manufaktur modere
  10. Menunjukan solusi yang layak pada dinamika teknologi dari usaha yang terpadu
  11. Menerima  transfer  teknologi  dan  informasi  dari  industri  pasangan  terutama  pada aktivitas peserta didik dan guru saat pembelajaran.