Kelas XII segera akan mengakhiri masa pendidikannya di SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo, saat ini para siswa sedang menyelesaikan masa Praktek Kerja Lapangan (PKL), sebagai persiapan membekali para siswa kelas XII masuk dunia kerja SMK Pembaharuan dan SMK PN 2 Purworejo menghadirkan narasumber dari Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo serta HRD PT Unggulrejo Wasono Purworejo, kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu 3 Desember 2025 di ruang pertemuan B209 mulai pukul 14.00 – 17.00 WIB di SMK PN 2 Purworejo, Sebagai narasumber Minarniningsih, SE,MM dari Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja serta HRD PT Unggulrejo Wasono Trisiwi Niprihanti, S.Psi,M.Psi. Diskusi dan sharing ini diikuti oleh semua ketua konsentrasi keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Instalasi Listrik, Teknik Pemesinan, Teknik Otomotif, Teknik Audio Vidio, Broadcasting dan Perfilman, unsur Bimbingan Konseling, Bursa Kerja Khusus, unsur Kurikulum dan tenaga kependidikan.

Materi pertama dari Minarniningsih, SE, MM beliau menyampaikan perlunya melakukan
1. Analisis kompetensi dari apa yang diajarkan di sekolah dengan yang diperlukan oleh industri
2. Daya saing lulusan, perlunya memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori tetapi juga skill yang relevan.
3. Penyelarasan kurikulum sebagai dasar untuk pembaruan kurikulum agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pasar kerja.
4. Prediksi pekerjaan yang paling banyak dicari hingga beberapa tahun kedepan diantaranya software developer, data analyst dan data scientist, digital marketing, information security analist, konservator alam dan lingkingan, terapis mental, ahli konstruksi dan Teknik, spesialis artifisial intelejen, tenaga home healthcare.
Sedangkan narasumber kedua menyampaikan tentang rekaman peringkat penyumbang pengangguran dimana berturut turut, SMA 30.72%, SMK 9.01%, Diploma I,II,II 2.29% dan Strata 1 sebesar 11,28% dihitung dari jumlah total pengangguran. Dari prosentase tersebut sekarang SMK tidak lagi menjadi penyumbang pengangguran nomor urut pertama tetapi mengalami penurunan menjadi peringkat kedua sehingga SMK harus menguatkan link and match dengan industry agar keterserapannya meningkat, selain melakukan sinkronisasi kurikulum, perlu pengelolaan tracer vokasi, penyesuaian kompetensi guru dengan mata Pelajaran yang diampu, pemenuhan sarana dan prasarana praktek siswa, mengoptimalkan layanan bimbingan konseling. Fungsi bimbingan dan konseling perlu di tingkatkan, persiapkan lulusan dengan softskill yang baik, Kesehatan yang bagus karena dua hal tersebut sangat besar perannya, sedangkan hardskill selain diperoleh dari sekolah melalui pembelajaran, perlu juga dilakukan pelatihan di sekolah seperti orientasi Perusahaan, pelatihan keamanan dan keselamatan kerja, pelatihan teknis(pelatihan penggunaan perangkat lunak), pelatihan produk atau layanan, pelatihan softskills, pelatihan kepemimpinan, hal ini bisa dilakukan dengan menggandeng instansi terkait.
Sedangkan setelah calon tenaga kerja dinyatakan diterima di Perusahaan, maka canaker juga akan mendapat pelatihan contohnya pelatihan hukum dan etika disini akan di ajarkan tentang regulasi industry yang relevan, pelatihan layanan kepada pelanggan, penggunaan teknologi informasi, pengembangan kultural, pelatihan kreatifitas sumber daya manusia, dan pengembangan kemampuan.
Saat ini Industri manufaktur menawarkan lingkungan yang dinamis, didorong oleh teknologi dan penuh peluang bagi yang bersedia beradaptasi serta belajar, sehingga lulusan SMK PN dan PN 2 Purworejo punya potensi untuk merebut peluang untuk berkarier di industry manufaktur tersebut.
SISWA PN PASTI KEREN……
By RW
